Semestinya dan Seharusnya



Udah seberapa jenuh kamu sama dia ? mungkin pertanyaan itu yang sering terlintas di kepala tapi gak berani untuk berkata. Sebenernya kalo kita beerani mengutarakan semua akan berjalan dengan mudah, tapi sulit banget mulut ini buat ngomong itu. Pengen menyudahi tapi belum siap ngadepin semuanya sendiri, mau terus lanjut tapi udah mulai menyerah sama keadaan diri. Berada di posisi saat ini emang sulit banget, antara takut melangkah dan bingung untuk memulai percakapan. Apa kita salah lebih mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri?  Seharusnya sih Cinta yang tepat pada tempatnya adalah cinta kepada Tuhan, cinta sama diri sendiri barulah mencintai orang lain. Sama tuhan aja gak deket, mana bisa mencintai manusia seutuhnya dan setulusnya…  

Yaa Manusiawi sih suka sama orang, cuman kalo berlebihan juga gak baik kan. Aku di sini gak mau memojokkan orang yang lagi  mencintai orang lain kok, aku Cuma pengen ngingetin kalo People come and go… gatau kapan dia akan datang, dan gatau kapan dia akan pergi. Namanya Berlebihan di semua hal ya emang jatuhnya gak akan baik.. menurut aku mencintailah yang semestinya dulu.. Mencintai Sang Pencipta dan mencintai diri kamu sendiri. Jika kalian udah mencintai dua hal tersebut, aku yakin pasti kalian akan bisa mengeti bagaimana mencintai orang lain dengan baik.  Cinta adalah sesuatu yang bisa kita pilih, sama seperti kita memilih marah, benci, atau sedih. 

Kita dapat memilih untuk memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita dan mulai pulih. Kita bisa memilih untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kita bisa memilih cinta. Itu selalu menjadi pilihan dalam diri kita…Peristiwa tak bicara dengan kata terbuka, bukalah mata rasa yang kau punya agar kau tau artinya.. Mencintailah semestinya , mencintailah seperlunya, dan mencintailah sewajarnya. Masih ada waktu kok buat mencintai diri sendiri, yuk sama sama berbenah dan mencari celah agar kita dapat berubah …

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ـ ﺃُﺭَاﻩُ ﺭَﻓَﻌَﻪُ ـ ﻗَﺎﻝَ: «ﺃَﺣْﺒِﺐْ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻫﻮﻧﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ، ﻭَﺃَﺑْﻐِﺾْ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻫَﻮْﻧًﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ

Dari Abu Hurairah secara marfu': "Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta" (HR Tirmidzi)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Essay : Meningkatkan Mental Health Guna Mencegah Mental Ilness di Indonesia

TIPS FOKUS BELAJAR ONLINE