Essay : Meningkatkan Mental Health Guna Mencegah Mental Ilness di Indonesia

 

MENINGKATKAN MENTAL HEALTH GUNA MENCEGAH MENTAL ILLNESS

DI INDONESIA

 

       Berbagai permasalahan dalam ranah sosial tidak akan lepas dari pembahasan tentang kesehatan mental. Karena kesehatan mental sangat rawan sekali dengan terganggunya psikologis diri, maka dari itu krisis kesehatan mental di Indonesia sangatlah perlu di perhatikan sejak dini agar dapat mengurangi adanya gangguan mental yang terjadi kepada individu lain.  Dan banyak yang tidak mengetahui bahwa kesehatan mental juga berkaitan dengan kesehatan fisik. Maka dari itu setiap orang harus menyadari bahwa kondisi kesehatan mental dirinya, karena kondisi mental sesorang pasti mempengaruhi kehidupan selanjutnya.

       Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan angka prevalensi gangguan Mental berat di Indonesia 1.7 permil, artinya ada sekitar 1.7 kasus gangguan mental berat di antara 1000 orang penduduk Indonesia. Gangguan mental berat adalah gangguan mental yang ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realitas dan tilikan diri (insight) yang buruk. Gejala yang menyertai gangguan ini antara lain berupa halusinasi, wahan, gangguan proses pikir dan kemampuan berpikir yang lambat, dan tingkah laku aneh seperti katatonik.

Mental illness (gangguan mental) di Indonesia masih di anggap suatu hal yang aneh di mata masyarakat. Penderita gangguan mental di anggap sebagai orang yang tidak sempurna jiwanya, label yang di berikan oleh masyarakat tersebut menimbulkan berbagai statement dalam lingkar psikologi  dan dalam lingkaran kesehatan. Karena tidak semua orang yang mengalami gangguan mental tersebut adalah tidak sempurna kejiwaannya, akan tetapi ada sebab yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa selaras dengan dirinya sendiri.

       Gangguan kesehatan mental adalah kondisi individu yang memiliki gejala-gejala gangguan kejiwaan. Terdapat berbagai unsur penyebab terjadinya gangguan kesehatan mental pada seseorang, gangguan kesehatan mental ini dibagi menjadi tiga kategori penyebab yakni faktor-faktor somatogenik, psikogenik, dan sosiogenik. Faktor somatogenik yang terdiri dari neroanatomi, nerofisiologi, nerokimia, tingkat kematangan dan perkembangan organik, dan faktor-faktor perinatal.

 

Ada beberapa upaya preventif dan represif dalam menanggulangi permasalahan kesehatan mental di Indonesia antara lain :

1.   1.    Layanan Bantuan Konsultasi Psikologi Kesehatan Jiwa atau Sejiwa

Layanan tersebut dapat digunakan jika kita mengalami gejala gejala penurunan kesehatan  mental dan dalam praktiknya kita kan mendapatkan kesempatan konseling selama 30 menit.

2.     2.  Tidak membuka Media Sosial guna menghindari berita-berita hoax

Upaya tersebut pun juga dapat menjaga kesehatan mental kita dari gangguan-gangguan mental dari media sosial yang bisa membuat kita cemas ataupun takut. Karena berita di media sosial sangatlah rawan untuk mental kita maka dari itu sebaiknya kita menghindari beberapa berita dari media sosial tersebut.

       Pentingnya menjaga kesehatan mental adalah agar kita bisa melakukan segala kegiatan dengan baik dan benar. Kesehatan mental sangat rawan sekali karena pemicunya sangatlah banyak seperti dari orang lain, lingkungan maupun media sosial. Maka dari itu, kita wajib menjaga kesehatan mental kita dengan baik agar semua selaras dengan diri kita.

 

Referensi:

Kurniawan Yudi, S. I. (2016). Komunitas SEHATI (Sehat Jiwa dan Hati) Sebagai Intervensi Kesehatan Mental Berbasis Masyarakat. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 2(1), 112–124.

Winurini, S. (2020). Permasalahan Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. 13-18.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semestinya dan Seharusnya

TIPS FOKUS BELAJAR ONLINE