Terimakasih Telah Membuatku Lebih Dewasa
Terimakasih Ya.
Terimakasih.
Terimakasih sudah pernah ada, terimakasih pernah bahagia bersama, terimakasih
sudah saling bercerita, terimakasih sudah saling bertukar ego, terimakasih
sudah memberi luka, dan terimakasih sudah mengajarkan banyak hal yang mungkin gak bisa aku sebutin satu satu hingga luka itu perlahan mulai hilang dengan
sendirinya.
Aku gak pernah mengundang kamu buat hadir di kehidupan ini, dan
aku juga gak pernah menawarkan sebuah komitmen untuk saling berjalan bersama yang berharap mempunyai tujuan yang sama saat itu. Ketika kamu dan aku pernah
menjadi kita, saat itu juga aku belajar bagaimanna bisa mengerti dan memahami
seseorang dengan sempurna. Tapi jika akhirnya aku mendapat luka.. Ya itu
semua bonus dari sang maha kuasa.
Tuhan maha adil kok, tuhan
tau mana yang terbaik buat kita. Mungkin yang gak di takdirin buat kita/ pasti
dia akan menemukan jalan untuk hilang dengan sendirinya. Begitupun Sebalik nya,
yang mungkin di takdirin buat kita pasti dia akan menemukan jalannya untuk
pulang.
Saat itu, aku seolah-olah menjadi seperti kapal yang karam di
dasar lautan. tenggelam di dasar dan kehilangan arah untuk terus berjuang
dalam kehidupan. Disisi lain aku sadar bahwa tak selamanya luka akan terus
luka, sedih akan terus sedih,, dan sakit
akan terus sakit. Karena tuhan nyiptain
luka yang pastinya akan di balut dengan rasa bahagia nantinya dan entah kapan rasa bahagia itu
akan terjadi.
Masih banyak hal yang harus kita perjuangin kok. perlahan lahan
aku mulai bangkit dari keterpurukan ini, keterpurukan yang membuat aku terus
menyalahkan diri sendiri maupun orang lain/ dan itu bakalan jadi toxic buat
diri kita sendiri nantinya. Benci boleh, tapi jangan berlarut larut Ya… walau
luka itu sangat dalam, tapi aku percaya bahwa luka banyak mengajarkan kita
agar kita bisa lebih dewasa untuk menghadapi segala problema rasa. Terimakasih
sudah memberikan luka yang amat sangat sempurna, luka yang membuat aku lebih
mengerti akan pentingnya memahami diri sendiri dahulu sebelum memahami orang
lain.
“Tuhan mempertemukan untuk satu alasan, Entah untuk belajar atau mengajarkan, Entah
hanya untuk sesaat atau selamanya, Entah untuk menjadi bagian terpenting atau
sekedarnya, Akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut, Tidak
ada yang sia-sia karena tuhan yang mempertemukan”
Komentar
Posting Komentar